STRUKTUR SEL TUMBUHAN

 

Sel tumbuhan termasuk sel eukariotik. Sel eukariotik adalah sel yang memiliki membran inti (ada pula yang menyebutnya sebagai selaput inti). Selain sel tumbuhan, ada juga sel hewan yang termasuk sel eukariotik. Secara umum, sel tumbuhan memiliki struktur yang sama dengan sel hewan. Tetapi ada beberapa struktur yang secara eksklusif dimiliki tumbuhan, dan ada pula struktur yang dimiliki hewan tetapi tidak dimiliki tumbuhan.

Beberapa struktur eksklusif itu antara lain adalah:

  • Plasmodesmata (tunggal: plasmodesma)
    Merupakan pori-pori penghubung yang terletak pada dinding sel. Dengan adanya plasmodesmata, sel tumbuhan dapat berkomunikasi dengan sel lainnya. Selain berperan dalam komunikasi antar sel tumbuhan, plasmodesmata juga berperan dalam transpor protein dan RNA duta dari sel ke sel lain. 
  • Plastida
    Plastida dapat berdifferensiasi, salah satunya menjadi kloroplas. Kloroplas memiliki pigmen bernama klorofil, yang menyebabkan warna hijau pada daun. Dengan adanya kloroplas ini, tumbuhan mampu berfotosintesis.
  • Dinding sel
    Bila kita lihat lewat mikroskop, sel tumbuhan akan tampak tersusun rapi, dan memiliki bentuk tetap. Umumnya segi enam. Berbeda dengan sel hewan, yang bentuknya tidak tetap. Hal ini dikarenakan sel tumbuhan memiliki dinding sel. Dinding sel tumbuhan tersusun dari selulosa, protein, dan terkadang lignin (zat kayu).
  • Vakuola yang besar
    Vakuola pada sel tumbuhan besar. Sementara vakuola pada sel hewan cenderung kecil, bahkan tidak ada. Vakuola ini diselimuti oleh membran tonoplas. Vakuola ini berperan untuk menjaga turgor, dan menyimpan cadangan makanan.

Selain itu, ada pula organel yang dimiliki oleh sel hewan, tetapi tidak dimiliki oleh sel tumbuhan, yaitu sentriol. Sentriol berperan dalam pemisahan kromosom pada tahap anafase.

Sel tumbuhan ialah struktur unit asas dan fungsi dalam hampir kesemua tumbuhan. Walaupun sel tumbuhan terdiri daripada pelbagai jenis struktur dan fungsi, ia mempunyai beberapa ciri yang sama. Ciri yang paling jelas ialah semua sel tumbuhan mempunyai dinding sel yang tegar iaitu ciri yang tiada di sel haiwan. Pengkhususan dan ciri berkaitan dengan sel tumbuhan adalah sangat banyak. Dalam bentuk tumbuhan yang paling ringkas, satu sel tunggal mewakili seluruh organisma dan menjalankan segala fungsi kehidupan. Kemudiannya untuk yang paling rumit sel yang melalui pengkhususan mempunyai organel yang lebih khusus seperti kloroplas. Untuk peringkat tumbuhan atas, sel-sel berkaitrapat dengan tisu khusus yang mencipta organ seperti daun, batang pokok, dan akar.[1]

Sel tumbuhan merupakan sel eukariot yang berbeza dalam beberapa ciri utama berbanding sel bagi organisma eukariot yang lain. Perbezaannya termasuk:

  • Vakuol pusat yang besar, isipadu berisi air diselitupi selaput yang dikenali sebagai tonoplas[2][3] yang mengekalkan turgor sel, mengawal pergerakan molekul antaras sitosol dan sap, menyimpan bahan berguna dan menyingkir protein buangan dan organel.

Plastids, yang paling terkenal sebagai kloroplas yang mengandungi klorofil pigmen berwarna hijau yang digunakan untuk menyerap cahaya matahari dan digunakan oleh tumbuhan untuk membuat makanan sendiri dalam proses yang dikenali sebagai fotosintesis . Jenis lain plastid amyloplasts , khusus untuk kanji penyimpanan, elaioplasts yang khusus bagi lemak penyimpanan, dan chromoplasts khusus untuk sintesis dan penyimpanan pigmen . Seperti dalam mitokondria , yang mempunyai genom pengekodan 37 gen, [5] plastids mempunyai mereka sendiri genom kira-kira 100-120 gen unik [6] , adalah dianggap, timbul sebagai prokariot endosymbionts hidup dalam sel-sel awal eukaryotik moyang tumbuhan tanah dan alga . [7]

  • Plastid, paling terkenal sebagai kloroplas, yang mengandungi klorofil pigmen berwarna hijau yang digunakan untuk menyerap cahaya matahari dan digunakan oleh tumbuhan untuk membuat makanan sendiri dalam proses yang dikenali sebagai fotosintesis . Jenis lain plastid adalah amiloplas, khusus bagi penyimpanan kanji, elaioplas khusus bagi penyimpanan lemak, dan kromoplas khusus bagi sintesis dan penyimpanan pigmen. Sebagaimana bagi mitokondria, yang memiliki pengkod genom 37 gen,[6] plastid memiliki genom mereka sendiri sekitar 100–120 gen unik[7] dan, ia dianggap, muncul ketika endosymbiont prokariot living in the cells of an early eukaryotic ancestor of the land plants and algae.[8]

 

FAKTOR PEMBATAS DAN HUKUM MINIMUM LIEBIG

 

Hukum minimum dari Justus Von Liebig(1840)

  • Pertumbuhan dan distribusi suatu spesies tergantung suatu faktor lingkungan yang paling kritis.
  • Validitas hukum ini telah ditunjukkan pada banyak bagian didunia ini,

Ada dua limitasi hukum ini :

  1. Semua organisme memiliki batas toleransi maksimal dan minimal
  2. Terdapat interaksi  antar faktor

Eksistensi dari keberhasilan suatu organisme atau kelompok organisme tergantung pada keadaan lingkungan yang sangat rumit. Suatu keadaan yang melampaui batas-batas toleransi disebut keadaan yang membatasi atau faktor pembatas. Faktor pembatas dapat mencapai nilai ekstrim maksimum maupun minimum dengan ukuran kritis. Faktor pembatas bervariasi dan berbeda untuk setiap tumbuhan maupun hewan dengan nilai ekstrim tertentu, sehingga terjadilah pengelompokan dan perkembangan serta penyebaran organisme tersebut.

 

 

Pentingnya Faktor-Faktor Fisik sebagai Faktor-Faktor Pembatas

  1. 1.  Temperatur
    Beberapa organisme dapat hidup pada temperatur yang rendah sekali. Sedangkan beberapa mikroorganisme, terutama bakteri dan algae dapat hidup dan berkembang pada musim-musim semi yang panas kira-kira 880 C dan untuk ganggang lainnya 800 C. Dibandingkan untuk toleransi ikan dan serangga 500 C.
    Organisme yang hidup di air pada umumnya mempunyai batas toleransi yang lebih sempit terhadap temperatur dari pada binatang yang hidup di darat, sehingga temperatur penting dan sering kali merupakan faktor pembatas. Temperatur, cahaya, kelembaban, air, pasang surut umumnya mengontrol kegiatan-kegiatan harian tumbuhan dan binatang. Temperatur berperanan dalam pengwilayahan dan sertifikasi di lingkungan perairan dan daratan. Organisme dipengaruhi oleh temperatur yang bervariasi yang cendrung tertekan, terhalang atau terhambat oleh temperatur yang tetap. Shelford (1929) menemui bahwa telur, larva atau pupa kupu-kupu berkembang 7 sampai 8 persen lebih cepat di bawah temperatur yang tetap. Organisme peka terhadap perubahan-perubahan temperatur, sehingga bersifat sebagai faktor pembatas.
    Tumbuhan dan binatang terutama komunitas sanggup mengkompensasi atau menyesuaikan terhadap temperatur.
    Semua proses-proses kimia dalam metabolisme termasuk proses-proses fisis seperti difusi, pengendapan pada pembentukan dinding sel tergantung pada temperatur serta dipercepat dengan kenaikan temperatur sampai optimum. Jika temperatur melampaui minimum, maka pernafasan dapat berhenti dan menyebabkan kematian. Pengaruh temperatur di dalam metabolisme, tidak hanya tentang lajunya tetapi juga mengenai produk yang dihasilkannya. Pengaruh temperatur tampak juga pada perkecambahan dan susunan jenis vegetasi. Perbedaan dalam penyesuaian temperatur mengakibatkan adanya zonasi yang horizontal dan vertikal.

    2. Cahaya
    Protoplasma yang terbuka langsung kena cahaya menyebabkan kematian cahaya adalah sumber energi, cahaya bukan hanya faktor yang vital, tetapi juga suatu pembatas pada kedua tingkat maksimum dan minimum. Oleh karena itu cahaya sebagai faktor pembatas dan pengontrol.. Energi yang tinggi dari radiasi gelombang pendek dan cahaya matahari  dapat berperan sebagai faktor-faktor pembatas.

3. Laju fotosintetis

Laju fotosintesis berbeda-beda dengan panjang gelombang yang berbeda. Intensitas cahaya mengontrol seluruh ekosistem melalui pengaruhnya pada produksi primer. Hubungan intensitas dengan proses fotosintetis pada kedua tumbuhan darat dan air mengikuti pola umum yang sama dari penambahan linier sampai optimum atau jenuh cahaya yang diikuti oleh pengurangan intensitas sinar matahari.

 

Berdasarkan kebutuhan cahaya dikenal:
– tumbuhan yang perlu cahaya penuh (light demanding)
– tumbuhan yang toleran dan setengah toleran.

Contohnya : Kebutuhan akan cahaya tampak pada perkecambahan, sehingga dalam hutan tropik basah hampir tidak dijumpai rumput, karena graminae membutuhkan cahaya yang banyak. Cahaya menekan pertumbuhan vegetatif, karena membatasi hormon pertumbuhan (auxin). Sebaliknya cahaya menyokong alat-alat reproduksi pembungaan. Di daerah beriklim sedang dikenal:
– Tumbuhan hari panjang 14 – 16 lamanya siang.
– Tumbuhan hari pendek 10 – 14 jam lamanya siang.
Jadi ada dua kepentingan:
– Penyebaran secara buatan akan menghadapi kegagalan yaitu fotoperiodisitas dibatasi.
– Kalau tumbuhan hari panjang ditanam di tempat yang siangnya pendek akan menyebabkan pertumbuhan vegetatif yang luar biasa. Sebaliknya tumbuhan hari pendek ditanam di daerah harinya panjang, mengakibatkan pembungaan luar biasa.

4. Air
Air untuk fungsi fisiologis perlu bagi semua protoplasma. Dari sudut ekologis terutama sebagai faktor pembatas curah hujan sebagian besar ditentukan oleh geografi dan pola gerakan udara yang besar atau sistem iklim. Angin mengandung kelembaban bertiup dari laut menjatuhkan kelembabannya pada lereng-lereng yang menghadap ke laut. Penyebaran curah hujan sepanjang tahun merupakan faktor pembatas yang sangat penting untuk organisme.

 

 

 

 

 

 

 

 

HUKUM TOLERANSI

 

  Suatu faktor atau beberapa faktor dikatakan penting apabila pada waktu tertentu faktor atau faktor-faktor itu sangat mempengaruhi hidup dan perkembangan tumbuh-tumbuhan, karena terdapat dalam batas minimum, maksimum dan optimum menurut batas-batas toleransi dari tumbuhan tersebut. Konsep ini dikemukakan oleh Shelford (1913). Jadi tidak hanya terlalu sedikit saja sesuatu itu merupakan faktor pembatas, akan tetapi juga dalam keadaan terlalu banyak  faktor juga merupakan pembatasan misalnya faktor-faktor panas, sinar, dan air. jadi organisme memiliki maksimum dan minimum ekologi, dengan kisaran di antaranya merupakan batas-batas toleransi.

 

     Dengan kata lain, besar populasi dan penyebaran suatu jenis makhluk hidup dapat dikendalikan dengan faktor yang melampaui batas toleransi maksimum atau minimum dan mendekati batas toleransi maka makhluk hidup atau populasi itu akan berada dalam keadaan tertekan /stres sehingga apabila melampaui batas itu yaitu lebih rendah dari batas toleransi minimum atau lebih tinggi dari batas tolerensi maksimum maka makhluk itu akan mati dan populasinya akan punah dari sistem tersebut.

 

Telah kita ketahi bahwa bila suatu faktor pembatas dapat diatasi maka akan timbul faktor pembatas lain. Bila salah satu dari faktor lingkungan kita ubah perubahan ini akan memperngaruhi atau mengubah komponen-komponen lain. Contohnya, bila suhu udara dalam rumah kaca dinaikkan 10˚C maka udara di dalam rumah kaca mengandung lebih banyak uap air. tekanan uap air dari permukaan cairan dalam ruangan akan bertambah, akibatnya laju transpirasi penguapan akan meningkat. Hal ini juga akan meningkakan laju transpirasi sehingga absorpsi air akan niak pula. Kadar air tanah menjadi berkurang, lebih banyak udara masuk ke dalam tanah dan menyebabkan tanah menjadi semakin kering. Reaksi berantai  ini dapat berulang-ulang.

 

Walaupun pertumbuhan suatu individu atau sekelompok organisme dipengaruhi oleh faktor pembatas, namun tidak dapat disangkal bahwa lingkungan benar-benar merupakan suatu kumpulan dari macam-macam faktor yang saling berinteraksi. Yakni jika satu faktor berubah maka hampir semua faktor lainnya ikut berubah.

 

Di dalam hukum toleransi Shelford dikatakan bahwa besar populasi dan penyebaran suatu jenis makhluk hidup dapat dikendalikan dengan faktor yang melampaui batas toleransi maksimum atau minimum dan mendekati batas toleransi maka populasi atau makhluk hidup itu akan berada dalam keadaan tertekan (stress), sehingga apabila melampaui batas itu yaitu lebih rendah dari batas toleransi minimum atau lebih tinggi dari batas toleransi maksimum, maka makhluk hidup itu akan mati dan populasinya akan punah dari sistem tersebut. Untuk menyatakan derajat toleransi sering dipakai istilah steno untuk sempit dan euri untuk luas. Cahaya, temperatur dan air secara ekologis merupakan faktor lingkungan yang penting untuk daratan, sedangkan cahaya, temperatur dan kadar garam merupakan faktor lingkungan yang penting untuk lautan. Semua faktor fisik alami tidak hanya merupakan faktor pembatas dalam arti yang merugikan akan tetapi juga merupakan faktor pengatur dalam arti yang menguntungkan sehingga komunitas selalu dalam keadaan keseimbangan atau homeostatis.

 

 Beberapa perinsip Hukum Toleransi dapat dinyatakan sebagai berikut:
– Suatu organisme mempunyai toleransi yang besar terhadap satu faktor dan kecil terhadap faktor lainnya.
– Organisme yang mempunyai toleransi yang besar terhadap semua faktor memiliki daerah penyebaran yang luas.
– Bila satu faktor lingkungan tidak optimum untuk suatu jenis organisme, mak toleransi berkurang terhadap faktor-faktor lingkungan lainnya. Misalnya Penman (1956) melaporkan bahwa, bila tanah dengan kandungan Nitrogen yang terbatas maka daya tahan rumput terhadap kekeringan berkurang.
– Dalam banyak hal, interaksi populasi seperti kompetisi, predator, parasit dan lainnya mencegah organisme dari pengambilan keuntungan terhadap kondisi lingkungan fisik yang optimum.
– Pembiakan merupakan masa yang kritis bila faktor-faktor lingkungan menjadi terbatas. Keadaan reproduktif seperti: biji, telur, embrio, kecambah, dan larva pada umumnya mempunyai batas toleransi yang sempit.

Derajat toleransi dalam ekologi memakai awalan-awalan steno yang berarti sempit dan eury yang berarti luas, misalnya:
– Stenotermal – eurytermal berhubungan dengan tempratur
– Stenohydric – euryhydric berhubungan dengan air
– Stenohaline – euryhaline berhubungan dengan garam
– Stenophagic – euryphagic berhubungan dengan makanan
– Stenoecious – euryecious berhubungan dengan seleksi habitat.

Suatu organisme mempunyai toleransi yang besar terhadap suatu faktor yang konstan, maka faktor itu tidak merupakan pembatas. Sebaliknya bila mempunyai toleransi tertentu terhadap suatu faktor yang bervariasi dalam lingkungan, dapat menjadi faktor yang membatasi. Sebagai contoh oksigen yang tersedia cukup banyak dan tetap serta siap untuk digunakan dalam lingkungan daratan sehingga jarang membatasi organisme daratan. Pada pihak lain, oksigen jarang dan sangat bervariasi dalam air sehingga merupakan faktor pembatas pada organisme perairan. Keadaan lingkungan yang ekstrim mengurangi batas toleransi.
Suatu contoh konsep faktor pembatas dengan membandingkan telur-telur ikan trout dan telur-telur kodok. Telur-telur ikan trout berkembang antara 00 C dan 12 0 C dengan optimum 4 0C sedangkan telur-telur kodok antara 0 0C dan 30 0C dengan optimum 22 0C. Jadi telur-telur ikan trout adalah stenothermal dan telur-telur kodok eurythermal. Titik-titik minimum, optimum dan maksimum berdekatan untuk jenis-jenis yang stenotermal. Sehingga perbedaan tempratur yang kecil menyebabkan efek yang kecil pada jenis eurythermal. Jenis-jenis yang stenotermal ada yang bersifat toleransi tempratur rendah (oligothermal) dan adapula yang toleransi tempratur tinggi (polythermal).

 

 

 

 

 

 

Faktor penentu pertumbuhan tanaman

 “Growth is defined as the progressive development of an organism”

Setiap syarat tumbuh dapat membatasi hasil. Aturan minimum dari Liebig berlaku unsur hara, tetapi dapat pula diterapkan bagi syarat tumbuh yang lainnya. Pertumbuhan tanaman dibatasi oleh keberadaan hara yang paling terbatas jumlahnya, tanpa memperhatikan besarnya sediaan hara yang lainnya. Tugas petani adalah mengidentifikasi semua faktor pembatas hasil, dan menghilangkan atau meminimalkannya sehingga usahanya menguntungkan.

Faktor penentu pertumbuhan tanaman dapat dipilahkan menjadi 2 bagian yaitu:  Genetik (dakhili=internal) dan Lingkungan (khariji=eksternal).

  1. 1.     Faktor Genetik

Perbaikan genetik dengan munculnya hibrida, varitas atau galur telah menunjukkan adanya peningkatan hasil panen pada tanaman jagung, gandum atau komoditas lainnya.Tanaman dengan hasil panen tinggi (high yielding) mengambil hara lebih banyak dibandingkan tanaman biasa. Tanaman demikian bersifat menguras hara. Jika ditanam pada tanah yang memiliki ketersediaan hara terbatas, maka hasil panen akan lebih rendah dibandingkan tanaman biasa.

Pada masa lampau dilakukan pemilihan varitas tanaman untuk berbagai tingkat kesuburan tanah yang berbeda. Sekarang hal tersebut tidak dikerjakan lagi, karena pada tanah yang  tidak subur dapat ditambahkan pupuk. Meski demikian tetap dilakukan upaya pemilihan tanaman misalnya: tahan terhadap pH rendah atau keracunan Al, atau terhadap kondisi garaman, atau tahan terhadap kekeringan.

 

 

  1. 2.     Faktor lingkungan

“Environment is defined as the aggregate of all the external conditions and  influences affecting the life and development of the organism.”

Yang termasuk dalam faktor lingkungan adalah : Temperatur, Lengas, Sinar matahari, Susunan udara, Struktur tanah, Reaksi tanah, Biotik, Penyediaan hara dan Senyawa penghambat pertumbuhan.

  1. Temperatur: Temperatur merupakan ukuran intentitas panas.  Kisaran temperatur secara umum untuk makluk hidup: -35 0C  –  +75 0C; Tanaman pertanian : 25 – 40 0C. Temperatur ini mempengaruhi: fotosintesis, respirasi, permeabilitas dinding sel, penyerapan air dan hara, transpirasi, aktivitas ensim dan koagulasi protein.
  2. Lengas tanah : kadarnya dalam tanah sangat bervariasi: Jenuh air (saturated)– kapasitas lapangan (field capacity) – layu permanen (wilting point). Fungsi lengas antara lain sebagai : pelarut, media transportasi, bahan dasar H2O.
  3. Sinar matahari: aspek yang terkait dengan pertumbuhan adalah: proses fotosintesis, lama penyinaran dan periode tumbuh.
  4. Udara: diperlukan untuk respirasi dan sebagai bahan dasar CO2 dalam proses  fotosintesis.
  5. Struktur tanah : mempengaruhi ruang tumbuh akar dan imbangan udara-lengas.
  6. Reaksi tanah: berkaitan dengan ketersediaan hara, unsur meracun dan kehidupan mikrobia.
  7. Biotik: antagonisme atau sinergisme, jasad pengganggu: hama,  penyakit, gulma
  8. Penyediaan hara: mineral, tekstur, struktur, pH, bahan organik tanah, pemupukan, pengolahan tanah.  Perakaran tanaman dapat  dangkal, dalam, atau menyebar.
  9. Senyawa penghambat pertumbuhan: adanya limbah atau bahan beracun.

Seiring dengan bertambahnya populasi manusia menurut deret ukur sedangkan produksi pertanian mengikuti deret hitung, maka terjadi pergeseran. Cadangan hara dalam tanah mulai menipis, neraca hara turun menjadi defisit. Untuk mempertahankan produktivitas lahan, manusia memberikan abu sisa pembakaran atau kotoran binatang.

 

Jadi dapat dikatakan bahwa pertumbuhan organisme yang baik dapat tercapai bila faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan berimbang dan menguntungkan. Bila salah satu faktor lingkungan tidak seimbang dengan faktor lingkungan lain, faktor ini dapat menekan atau kadang-kadang menghentikan pertumbuhan organisme. Faktor lingkungan yang paling tidak optimum akan menentukan tingkat produktivitas organisme. Prinsip ini disebut sebagai prinsip faktor pembatas. Justus Von Liebig adalah salah seorang pioner dalam hal mempelajari pengaruh macam-macam faktor terhadap pertumbuhan organisme, dalam hal ini adalah tanaman. Liebig menemukan pada tanaman percobaannya bahwa pertumbuhan tanaman akan terbatas karena terbatasnya unsur hara yang diperlukan dalam jumlah kecil dan ketersediaan di alam hanya sedikit.

 

Sumber :

 

sekilas-tentangku

100_1653_副本

Terlahir dengan nama Khusnul Kharisma disebuah desa sederhana di Kecamatan Unter Iwis yang merupakan salah satu bagian dari pulau 7 matahari yang tak lain adalah pulau Sumbawa Besar pada tanggal 14 agustus 1994. Nama tersebut adalah pemberian dari almarhum kakek saya, tetapi nama itu tak bertahan lama. Ketika saya menderita penyakit asam lambung dan asma yang tidak berhenti maka nama sayapun diganti menjadi SITI KHUSNUL KHOTIMAH. Masyarakat di desa saya masih mempunyai kepercayaan yang kental terhadap nenek moyangnya, adatpun masih sangat kental disana, sehingga masyarakat disana percaya ketika nama seorang anak diganti maka penyakit tersebut akan hilang dengan segera. Tetapi pada kenyataannya penyakit saya tak kunjung sembuh. Saya masih menderita penyakit tersebut sampai usia saya beranjak 14 tahun . Akibat dari penyakit tersebut saya tidak dapat menikmati masa anak-anak saya dengan gembira. Bahkan saya terpaksa keluar di hari pertama saya di Taman kanak-kanak karena penyakit saya kambuh lagi hingga akhirnya kedua orang tua saya memutuskan untuk tidak mamasukkan saya ditaman kanak-kanak. Masa kecil saya sebagian besar dihabiskan dirumah sakit, bahkan mungkin dapat dikatakan bahwa rumah sakit itu adalah rumah kedua bagi kehidupan saya saat itu. Kedua orang tua saya adalah orang tua yang paling hebat, mereka tidak henti-hentinya berusaha untuk menyembuhkan penyakit saya, tanpa kenal lelah mereka terus menjaga san merawat saya siang dan malam. :* :*
Saya hidup dalam lingkungan keluarga yang sederhana, saya merupakan anak pertama dari dua bersaudara, saya mempunyai seorang adik laki-laki yang terpaut lima tahun dengan saya bernama MUHAMMAD IKHSANUL JIHAD. Dididik oleh seorang ayah bernama ISMAIL .JM yang merupakan seorang pejabat daerah orang yang sangat sibuk dan seorang ibu bernama SRI KAMARYATUN yang merupakan aktivis dalam berbagai kegiatan, juga merangkap sebagai kepala yayasan sebuah PAUD dan sekaligus bekerja sebagai staf dikantor desa, itulah yang membuat saya tumbuh menjadi anak yang mandiri,orang tua saya selalu mengajarkan pentingnya hidup mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain. :B
Kehidupan saya, saya jalani sebaik mungkin, karena saya tidak ingin mengecewakan kedua orang tua saya, saya ingin membuat mereka bangga kepada saya, hingga ketika saya menginjak sekolah dasar sampai saya menyelesaikan Sekolah Menengah Pertama saya selalu menduduki peringkat pertama . Saya menyelesaikan Sekolah Dasar saya di SDN KEREKEH, kemudian Sekolah Menengah Pertama saya di SMP NEGERI 2 UNTER IWES. Disini saya mempunyai banyak sekali pengalaman hidup yang berharga. Di smp saya aktif mengikuti semua kegiatan baik ekstrakurikuler maupun intrakurikuler. Saya ingin menikmati kehidupan yang semenjak saya kecil tidk pernah saya dapatkan. Sehingga saya memberanikan diri saya mengikuti ekstrakurikuler PMR yang sangat bertentangan dengan orang tua saya mengingat penyakit yang masih saya miliki sangat rentan untuk kambuh lagi,tetapi saya tidak ingin kalah dengan penyaikt tersenut jadi saya tetap nekat untuk mengikuti organisasi tersebut. Di organisasi tersebut kami dilatih untuk hidup lebih mandiri dan dapat berguna bagi orang lain, sehingga saya bercita-cita untuk menjadi seorang yang ahli di kesehatan agar dapat membantu orang lain. Percaya atau tidak penyakit saya sembuh seiring saya mengikuti organisasi ini. Masa-masa SMP adalah masa yang paling mengasyikkan, sehingga ketika perpisahan datang kami sangat sedih untuk berpisah.😥😥
Saya menyelesaikan Sekolah Menengah Atas saya di SMAN 1 SUMBAWA BESAR, :D  sebuah sekolah favorit nomor satu di Sumbawa. Untuk dapat masuk ke sekolah ini kami harus melewati serangkaian tes dan bersaing dengan 6000 lebih siswa-siswi SMP yang lain. Dan puji Syukur saya dapat masuk ke sekolah tersebut dengan usaha dan kera keras saya, bukan dengan sogokan atau jalur lain. Benar kata orang bahwa SMA adalah masa-masa paling indah selama kita mengayam bangku pendidikan, disini kita bertemu dengan beratus anak yang memiliki bakat, kemampuan dan kepribadian yang berbeda dan unik. Disinilah saya belajar banyak hal mengenai persahabatan yang sebenarnya, permusuhan, cinta, pengorbanan, bahkan penghianatan. Pokoknya asem manis deh😀 Semua hal yang saya dapat di SMA tersebut merupakan bekal yang sangat berguna untuk kehidupan saya mendatang. Dan ketika kami lulus dari sekolah tersebut berat hati kami untuk berpisah dengan semua orang dilingkungan SMA 1 sumbawa, tetapi kami yakin suatu saat nanti kami akan kembali kesekolah untuk membawa kesuksesan sehingga semua guru bangga pernah mengajari kami. Kata orang kalau hidup di sma akan kurang rasanya kalau kita tidak merasakan cinta tapi percaya atau tidak bahwa seumur hidup saya saya tidak pernah pacaran, mungkin jatuh cinta pernah tapi saya tidak mau membawa hubungan saya lebih jauh lagi bahkan sampai detik inipun belum. Saya ingin fokus dulu dengan sekolah saya agar saya bisa sukses dan membahagiakan orangtua saya. Banyak teman-teman saya yang tidak dapat melanjutkan sekolahnya akibat telah jatuh ke pergaulan bebas. Dan saya harap saya tidak melakukan hal serupa.🙂
Ketika beranjak ke Perguruan Tinggi, Profesi keguruan sebenarnya bukanlah keinginan saya pertama kalinya, saya masih kukuh untuk tetap masuk ke bidang kesehatan karena itu merupakan cita-cita saya dari SMP. Akan tetapi mengingat latar belakang keluarga saya yang sebagian besar adalah seorang guru dan keinginan orang tua saya, maka sayapun mencoba mempertimbangkan untuk mengambil profesi keguruan tetapi twetap mencoba mendaftar dikesehatan juga. Mungkin memang takdir saya menjadi guru (aminnnn ) sayapun lulus di SNMPTN PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI DI FKIP UNIVERSITAS MATARAM. Disini saya mendapatkan pengalaman baru, sahabat serta teman-teman yang unik-unik. Mereka sangat menghargai kami yang berbeda daerah dengan mereka, mereka menyambut kami dengan tangan terbuka dan saya sangat senang akan hal itu.😀
Dan sekarang saya ingin fokus untuk menjadi guru, bukan karena paksaan orang tua, melainkan karena dorongan pribadi yang ingin mencerdaskan putra-putri di negeri Indonesia ini. Karena guru merupakan pondasi paling penting dalam suatu bangsa karena merekalah yang akan mendidik putraputri bangsa agar bisa membangun negeri ini untuk lebih maju dan sejahtera. Tidak peduli apa kata orang saya akan tetap berusaha untuk menjadi yang terbaik sesuai dengan semboyan hidup saya “ Teruslah Mencoba Segala Kemungkinan Sampai Semuanya Menjadi Benar-benar Tidak Mungkin dan Saya Sendiri Tidak tau Apa Itu Mungkin,Sehingga Semuanya Menjadi Mungkin 
Tetapp semangattt dalam menjalani hari 
Ganbatte, Hwaitingggg😀